Bintang Langit

January 20, 2007

“Kita” dan “Mungkin”

Filed under: Curiousity — bintang-langit @ 11:08 am

Uraian berikut ini pada awalnya ditujukan untuk "meramaikan" diskusi di sebuh milis. Nah, biar blog ini tampak aktif, aku posting juga, deh, tulisan itu ke sini. ^_^

–oOo–

KASUS PENGGUNAAN KATA "KITA" DAN "MUNGKIN"

Saat ini, "Bahasa Gaul" sepertinya telah menjadi Bahasa Indonesia yang tidak perlu lagi patuh dengan Kata dan Tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ada dampak buruk dari kebiasaan penggunaan bahasa gaul ini: si pengguna bisa menjadi benar-benar lupa bagaimana ber-Kata dan ber-Tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Ya, saya melihat juga ada kebiasaan mengganti kata "karena" menjadi kata "secara" pada bahasa gaul. "So pasti gua ngarti, SECARA gua gaul gitu lokh!" Tentang ini, saya melihat adanya kemunduran daya kreasi si pelaku di dalam aksi "gaul"-nya. Alih-alih membuat (mencipta) kata yang baru, kata "secara" yang sudah memiliki arti yang mapan dipaksakannya untuk menggantikan penggunaan kata "karena" yang sudah mapan juga.

Selain ketidaktepatan kata "secara" yang digunakan dalam berbahasa, saya menemukan juga ketidaktepatan kata "kita" dan "mungkin" yang biasa digunakan dalam berbahasa. Ketidaktepatan dalam berbahasa ini bahkan terjadi pada situasi yang formal-informatif (harusnya edukatif juga).

Kesalahan Penggunaan Kata "Kita"
Sering saya menyaksikan hal seperti ini: di dalam sebuah konferensi pers seorang anggota sebuah Band menjelaskan tentang rencana promosi album terbaru mereka, "…KITA akan melakukan tour di Jawa dan Sumatera untuk promo album baru KITA…." (Loh? Kapan saya berencana tour bersama kalian? Kapan pula saya membuat album bersama kalian?)

Dalam situasi konferensi pers di atas, sebenernya saya tahu, yang dia maksud "kita" adalah dia dan teman se-Band-nya (ada tambahan: serta para crew-jika memang dia bermaksud mengikutsertakannya). Padahal, jika kita melihat kamus, sebagai sumber acuan berbahasa yang baik, maka kita akan menemukan bahwa semestinya dia menggunakan kata "kami", bukan "kita". Contohnya sbb. (Wojowasito: 1996):
1. "kami", aku sekalian (orang tempat berkata tidak termasuk); dan
2. "kita", aku sekalian (termasuk juga orang tempat berkata).

Penggunaan kata "kita" (yang semestinya "kami") ini sudah menjadi candu akhir-akhir ini. Sudah banyak orang yang menikmati penggunaan kata "kita" (untuk mengganti "kami") hingga mereka lupa kata itu tidak semestinya digunakan, bahkan pada ajang yang bersifat formal sekalipun.

Kesalahan Penggunaan Kata "Mungkin"
Saya berikan beberapa kasus kesalahan penggunaan kata "mungkin" sbb.:
1. Di atas panggung, ketika sesi selanjutkan akan dimulai, seorang MC ternama berkata pada hadirin, "…MUNGKIN kita masuki acara selanjutnya! Kita sambut: Krisdayanti!"

2. Di dalam email-baru yang masuk sebuah milis tertulis, "… ada yang bisa bantu MUNGKIN?"

3. Di dalam sebuah email-balasan di sebuah milis, sebelum menguraikan kritik dan sarannya, seseorang menuliskan kata-kata ini,  "Dear All, MUNGKIN saya mau memberi sedikit kritik dan saran untuk email Bung …."

Masih banyak contoh kasus lain kesalahan penggunaan kata "mungkin" ini dalam berbahasa. Pada kasus  no. 1, semestinya kata "mungkin" itu tidak disebutkan samasekali; no. 2, semestinya dia bisa mengatakan, "APAKAH ada yang bisa bantu?"; no. 3, kata "mungkin" itu semestinya dihilangkan samasekali.

Suatu kali, saya pernah mendengarkan seorang kawan memberikan kata sambutan di acara reuni kami. Di dalam kata sambutannya, dia menyebutkan kata "mungkin" yang tidak tepat penggunaanya sebanyak 11 kali (!), padahal dia bicara selama kurang dari 5 menit saja.

Sebuah Hipotesis
Untuk kasus kata "kita" dan "mungkin", saya memiliki hipotesa bahwa ada keterkaitan antara kasus berbahasa yang salah dengan berbagai masalah yang melanda negeri ini. Berbagai masalah yang melanda negeri ini (krisis moneter, bencana alam, korupsi dll.) membuat orang cenderung untuk tidak percaya diri.

Sekarang ini banyak sekali terbit buku-buku tentang motivasi. Selain itu, ada juga buku-buku tentang psikologi populer atau psikologi remaja yang intinya sama: motivasi. Buku-buku motivasi ini menjadi banyak "cabang"-nya, selain psikologi remaja tadi, ada juga motivasi terkait dengan management, motivasi untuk usahawan, motivasi untuk pelajar, motivasi untuk karyawan  dll. Bahkan sekarang ini training-training motivasi menjadi produk baru yang laris di pasaran. Fenomena-fenomena ini menunjukan bahwa bangsa Indonesia ini memang sedang terpuruk dan butuh sesuatu yang bisa membangkitkan dirinya.

Keterpurukan bangsa ini, salah satunya, diwujudkan pada kecenderungan untuk tidak percaya diri. Ke-tidak-percaya-diri-an ini kemudian melahirkan kegemaran penggunaan kata "kita" yang seolah-olah selalu ingin melibatkan orang lain untuk mendukung tindakannya. Juga, melahirkan kegemaran penggunaan kata "mungkin" yang seolah-olah menunjukan bahwa dia sendiri tidak yakin apa yang dia lakukan.

Apakah benar sedemikian parah ke-tidak-percaya-diri-an bangsa Indonesia ini?

Rancabungur, 21 Januari 2007
jackstar hs



4 Comments »

  1. Waduh bang, saya termasuk kategori pemakai kata ‘mungkin’ untuk contoh nomer 3….MUNGKIN karena saya memang tidak banyak tahu soal penyalahgunaan kata ‘mungkin’.
    Eh, kata ‘mungkin’ pada kalimat di atas benar tidak ya ?? :-) Tolong sarannya, trims…

    Project-Id-Version: Report-Msgid-Bugs-To: wp-polyglots@lists.automattic.com POT-Creation-Date: 2008-08-06 10:00+0000 PO-Revision-Date: Last-Translator: AZ Language-Team: MIME-Version: 1.0 Content-Type: text/plain; charset=UTF-8 Content-Transfer-Encoding: 8bit Project-Id-Version: Report-Msgid-Bugs-To: wp-polyglots@lists.automattic.com POT-Creation-Date: 2008-08-06 10:00+0000 PO-Revision-Date: Last-Translator: AZ Language-Team: MIME-Version: 1.0 Content-Type: text/plain; charset=UTF-8 Content-Transfer-Encoding: 8bit   anggadutt — June 11, 2007 @ 2:46 am

  2. Bli,
    kalimat diatas menunjukan keragu-raguan (ke-tidak-PD-an) Bli terhadap keyakinan Bli sendiri: tahu atau tidak tahu soal penyalahgunaan kata tersebut. :)

    Project-Id-Version: Report-Msgid-Bugs-To: wp-polyglots@lists.automattic.com POT-Creation-Date: 2008-08-06 10:00+0000 PO-Revision-Date: Last-Translator: AZ Language-Team: MIME-Version: 1.0 Content-Type: text/plain; charset=UTF-8 Content-Transfer-Encoding: 8bit Project-Id-Version: Report-Msgid-Bugs-To: wp-polyglots@lists.automattic.com POT-Creation-Date: 2008-08-06 10:00+0000 PO-Revision-Date: Last-Translator: AZ Language-Team: MIME-Version: 1.0 Content-Type: text/plain; charset=UTF-8 Content-Transfer-Encoding: 8bit   Jackstar Harry — June 16, 2007 @ 7:33 pm

  3. Lho kok saya semakin bingung nih bang….jadi penggunaan kata ‘mungkin’ di atas benar atau tidak ya ??
    Atau hanya menggambarkan keragu-raguan alias ke-tidak-PD-an saja ??
    Jadi bagaimana dong…(wah nggak enak, seharusnya : jadi gimana dong…) hehehe

    Project-Id-Version: Report-Msgid-Bugs-To: wp-polyglots@lists.automattic.com POT-Creation-Date: 2008-08-06 10:00+0000 PO-Revision-Date: Last-Translator: AZ Language-Team: MIME-Version: 1.0 Content-Type: text/plain; charset=UTF-8 Content-Transfer-Encoding: 8bit Project-Id-Version: Report-Msgid-Bugs-To: wp-polyglots@lists.automattic.com POT-Creation-Date: 2008-08-06 10:00+0000 PO-Revision-Date: Last-Translator: AZ Language-Team: MIME-Version: 1.0 Content-Type: text/plain; charset=UTF-8 Content-Transfer-Encoding: 8bit   anggadutt — June 24, 2007 @ 3:17 am

  4. Begini, Bli:
    1. Jika yang Bli maksud itu bahwa Bli sebenarnya MEMANG TIDAK BANYAK TAHU tentang penggunaan kata “mungkin”, maka kalimat di atas adalah salah; tapi

    2. Jika Bli RAGU-RAGU apakah sebenarnya Bli banyak tahu atau tidak tentang pengunaan kata “mungkin”, maka kalimat di atas adalah benar.

    Begitu, Bli :)

    Project-Id-Version: Report-Msgid-Bugs-To: wp-polyglots@lists.automattic.com POT-Creation-Date: 2008-08-06 10:00+0000 PO-Revision-Date: Last-Translator: AZ Language-Team: MIME-Version: 1.0 Content-Type: text/plain; charset=UTF-8 Content-Transfer-Encoding: 8bit Project-Id-Version: Report-Msgid-Bugs-To: wp-polyglots@lists.automattic.com POT-Creation-Date: 2008-08-06 10:00+0000 PO-Revision-Date: Last-Translator: AZ Language-Team: MIME-Version: 1.0 Content-Type: text/plain; charset=UTF-8 Content-Transfer-Encoding: 8bit   Jackstar Harry — July 2, 2007 @ 8:17 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(required)

(required)


WPMU Theme pack by WPMU-DEV.